(Video) Pembalasan KPK? Tidak Disangka, Yunarto Berani Kritik Jokowi




Artikel Video – Terkait polemik revisi uu kpk, akankah nasib imam nahrawi menjadi pelampiasan balas dendam KPK? Ada banyak perubahan.

Inikah Pembalasan KPK? Tidak Disangka, Yunarto Juga Tinggalkan Jokowi.

Kabar tak sedap bagi Iman Nahrawi, saat ini ia dijadikan tersangka oleh KPK. Ya benar. Menteri Pemuda dan Olahraga di era Jokowi tersebut dituduh terlibat dalam kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI dari Kemenpora. Adapun Kasus ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK sebelumnya.

Dan Bukan main, suap sebesar 26,5 miliar diduga diterima oleh Imam Nahrawi bersama asisten pribadinya, Mifathul Ulum.

Sementara itu, atas tuduhan ini, Imam meminta KPK untuk membuktikan segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya tersebut.

Dari ini, muncul beberapa pertanyaan, apakah hal ini merupakan aksi “balas dendam” KPK karena Revisi UU KPK telah disahkan menjadi Undang Undang oleh DPR?

Tentu saja hari ini masih hangat akan polemik Revisi UU KPK yang dicurigai akan melemahkan KPK. Presiden Jokowi diharapkan tidak mengirimkan surpres (surat presiden) agar Revisi UU KPK tadi batal dengan sendirinya, tapi hal itu tidak terjadi, dan DPR telah mengesahkannya menjadi Undang Undang. Ini yang kemudian menjadi alasan beberapa orang mengaitkannya dengan kasus imam nahwawi. Tapi ini hanyalah dugaan, proses hukumlah yang akan menentukan kebenarannya kepada publik nantinya.

Ya.. meskipun imam adalah bagian dari kabinet Jokowi saat ini, tindak pidana korupsi yang menjeratnya tersebut tetaplah menjadi tanggung jawab pribadinya. Dalam hal ini tentunya penting untuk menciptakan situasi hukum yang adil, dukungan terhadap KPK untuk bekerja secara profesional sangatlah penting, agar tidak pandang bulu siapa orangnya, sekalipun ia adalah mentri kabinet jokowi.

Tampaknya masyarakat mulai menilai sendiri. Hari ini, menjadi perbicangan panas ditengah media sosial twitter. Hastag #jokowiMUNDUR kembali duduk di top trending perbincangan netizen. Tak sedikit yang mulai memberikan permbandingan terhadap kepemimpinan sebelumnya.

Sementara itu, Menurut Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, hal ini justru membuktikan bahwa Presiden Jokowi tidak melakukan intervensi terhadap kerja KPK.

Tapi yang mengejutkan justru datang dari Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto wijaya, yang Biasanya Sering Membela, mengapa Sekarang ia malah Kerap Mengkritik Jokowi?

Sementara itu mahasiswa masih saja berterik didepan gedung dpr, mereka masih kecewa dengan revisi UU undang KPK.

—— Wartawan 24 Official Channel ——
Saluran informasi terkini dan terbaru dari Indonesia dan Mancanegara. Kami mengulas berita dari seluruh pelosok daerah nusantara, suara rakyat! Klik Subscribe untuk mendapatkan update setiap hari.
————————– Terima Kasih * Salam 24! ————————————————-


Saran lainnya