Cara Menjelaskan Ke Anak Tentang Berita Kekerasan


Menjelaskan Ke Anak Tentang Berita Kekerasan – Dengan adanya kemudahan kita dalam mengakses informasi melalui gadget dan tv maka semakin mudah juga informasi masuk ke kita. Kemudahan ini memberikan dampak positif tentunya ya namuan bingung juga jika infrmasi yang kita dapat adalah informasi tentang hal negatif dan kekerasan terlebih lagi jika di dengar sang buah hati.

Seperti akhir – akhir ini, banyaknya berita dan peristia kriminalitas di bulan ramadhan dan peristiwa terorisme di sejumlah daerah banyak beredar di media masa. Terlebih lagi di televisi, televisi yang biasanya digunakan anak untuk menonton tv kini beralih menjadi buletin berita terkini dengan berita kekerasan.

Tapi bagaimana jika sang anak melihatnya ? jadi penting sekali sekali ya moms mendampingi anak dan mengatur screen time untuk anak. Nah jika sang anak melihatnya berikut tips Menjelaskan Ke Anak Tentang Berita Kekerasan yang bisa anda lakukan.

Menjelaskan Ke Anak Tentang Berita Kekerasan
Menjelaskan Ke Anak Tentang Berita Kekerasan

Cara Menjelaskan Ke Anak Tentang Berita Kekerasan

Jauhkan Anak Dari Berita

Bukan hanya anak – anak orang dewasa pun jika diterpa berita berkali – kali akan cemas dan tidak tahan. Pemberitaan berkali – kali membuat anak berpikir kejadian kekerasan terjadi berkali – kali dan menganggap jika situasi tidak aman.

Jadi ada baiknya hindarkan anak dari berita kekerasan, lakukan pemilihan chanel, sembunyikan chanel berisi berita kekerasan.

Tak Perlu Membicarakan Apapaun

Terkadang kita membuat kesalahan dengan menceritakan atau menjelaskan kekerasan tersebut tanpa tahu sang anak peduli berita tersebut atau tidak. Jika anda membahas berita kekerasan tapi sang anak tidak peduli dengan berita tersebut anda akan terkesan seperti sedang ceramah.

Tapi jika sang anak peduli pada berita tersebut dan ingin tahu maka penjelasan anda akan lebih mudah diterima dan terkesan mendidik.

Buat Penjelasan Yang Simpel

Tidak semua anak memiliki daya pikir yang cepat bahkan daya pikr anak – anak belum bisa menangkap informasi dengan jelas. Jadi beri penjelasan yang simpel, padat, singkat,  jelas. Jangan gunakan bahasa yang sulit dimengerti sehingga anak kembali penasaran. Jika sang anak penasaran maka otomatis anak akan bertanya lagi dan lagi dan membuatnya bingung.

Tetap Berperilaku Normal

Jangan tunjukan kecemasan anda di depan anak, tunjukan jika anda tidak terprovokasi dnegan berita tersebut. Jangan tunjukan gelagat bahaya jika muncul berita kekerasan, hal ini bisa membuat anak cemas dan merasa jika hal tersebut ancaman bagi dia.

Hargai Perasaan Anak

Anak kita tetaplah seorang anak kecil yang memiliki rasa takut berlebihan, jadi jangan bentak atau marahi anak karena perasaan takutnya. Akui semua perasaan anak, yang harus anda lakukan hanyalah menenangkannnya dan berikan pengertian jika semuanya baik – baik saja.

Berikan Kata – Kata Aman

Seperti di atas, jika anda perlu menenangkan anak ketika sang anak sedang cemas, berikan kata – kata aman. Beri penjelasan jika ada polisis, TNI dan orang tua yang akan selalu melindunginya jika terjadi hal tersebut.

Namun jangan menyerahkan semuanya pada orang lain, ajari juga sang anak antisispasi jika terjadi sesuatu padanya kelak. Minimal ajarkan anak untuk berteriak jika terjadi hal yang tidak diinginkan saat sendirian tanpa anda.

Cari Tahu Apa Yang Anak Ketahui

Jika di atas kita dilarang untuk menerangkan apapun jika sang anak tidak peduli dengan berita kekerasan di televisis atau gadget. Namun bagaimana jika sang anak sebenarnya peduli tapi tidak berani bertanya karena takut pada anda ?

Kejadian seperti ini biasa terjadi pada orang tua yang yang bisa memberikan penjelasan memuaskan atau orang tua terlalu keras pada anak dan mudah emosi. Tapi bagi orang tua kita tidak mau bukan anak mencari panutan lain ?

Solusinya, lihat dulu jika sang anak menunjukan ketertarikan ajak dia bicara pelan – pelan, jawab pertanyaan sang dengan tepat.

Nah itu tadi Cara Menjelaskan Ke Anak Tentang Berita Kekerasan yang bisa anda lakukan. Tetap awasi dan bimbing anak ya bunda jangan sampai sang anak salah mendapatkan informasi yang nantinya akan menjerumuskan mereka kala dewasa.


Saran lainnya